-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Di Bangil Bentrok Dengan Polisi, Protes Kenaikan Harga BBM

Senin, 12 September 2022 | 9/12/2022 WIB Last Updated 2022-09-13T03:55:12Z
Foto/Ilustrasi/Mahasiswa demo dengan bakar ban bekas


KABARREDAKSI - Kericuhan mewarnai unjuk rasa penolakan kenaikan BBM yang dilakukan mahasiswa PMII Pasuruan di depan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan Senin (12/9). Mahasiswa dan polisi yang melakukan pengamanan unjuk rasa terlibat bentrok.

Bentrokan terjadi saat mahasiswa melakukan protes dengan membakar ban bekas di depan kantor dewan. Petugas kepolisian yang bersiap dengan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) langsung menyemprotkannya untuk menjinakkan api.

Namun, tindakan polisi itu menyulut amukan mahasiswa. Bentrokan tak terhindarkan. Bahkan, dua mahasiswa yang terlibat bentrok langsung diamankan. ”Kami minta teman kami dilepaskan,” pekik pendemo di depan kantor dewan itu.

Aksi unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 12.00. Puluhan mahasiswa PMII mengepung kantor dewan di Raci. Aksi itu mereka jalankan sebagai bentuk penolakan atas kenaikan BBM bersubsidi.

Mereka juga mendesak pemerintah segera menerapkan subsidi tepat sasaran. Juga, mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan penyaluran BBM bersubsidi.

”Kami menuntut pemerintah bekerja secara optimal. Mengedepankan kepentingan masyarakat dalam memberantas mafia bahan bakar minyak,” ungkap Hafid Zaini, korlap aksi.

Ketegangan sudah mulai terasa sejak awal mahasiswa PMII berdemo. Desak-desakan terjadi. Hingga pagar polisi wanita yang disiapkan di barisan depan harus ditarik mundur.

Ketegangan semakin menjadi ketika mahasiswa membakar ban bekas. Ban tersebut kemudian dipadamkan menggunakan APAR. Hal ini memantik reaksi. Hingga kericuhan pun terjadi.

Kericuhan itu pun membuat dua orang mahasiswa langsung diamankan. Namun, mereka kemudian akhirnya dilepaskan setelah mahasiswa melakukan tuntutan.

”Kami menuntut Kapolres Pasuruan meminta maaf karena tindakan represif yang dilakukan. Kami menuntut secara hukum tegas dan benar kepada pihak berwenang karena menculik dua rekan kami,” tambah Hafid.

Para mahasiswa itu ditemui Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan dan beberapa anggota dewan lain. Namun, kemarahan mahasiswa masih membara. Lantaran pengamanan dua rekan mereka. Sudiono meyakinkan mahasiswa bahwa DPRD akan menyampaikan unek-unek tersebut ke pusat.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengungkapkan, ketegangan tersebut terjadi setelah mahasiswa membakar ban. Pembakaran ban saat berunjuk rasa dilarang. Sehingga petugas pun melakukan pemadaman dengan APAR.

Namun, tindakan petugas ditanggapi berbeda oleh para pendemo. Hingga ketegangan itu pun terjadi. 

"Tapi, kami sudah menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa secara terbuka tadi. Dan dua teman mereka yang kami amankan juga sudah kami serahkan ke mereka,” bebernya.
×
Berita Terbaru Update