KABARREDAKSI - Gara-gara dihantam ombak, kapal pengangkut ikan yang dinakhodai Ahmad, 39, kandas. Kapal itu kandas di Perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Selasa (20/9) pagi pukul 06.00.
Tidak ada korban dalam kejadian itu. Namun, 60 keranjang ikan dengan berat sekitar 5 ton langsung hilang. Semua keranjang jatuh ke laut dan ikan-ikan itu pun kembali ke laut.
Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno menduga, kapal kandas akibat kelebihan muatan. Ditambah lagi cuaca sedang ekstrem. Kapal dihantam ombak dan tidak mampu bertahan.
“Dugaan sementara kapal ini kelebihan muatan. Sementara cuacanya sedang tidak baik. Ombak sedang besar,” kata AKP Slamet.
Slamet menerangkan, mulanya kapal pengangkut ikan tersebut membawa 100 keranjang dengan beragam jenis ikan. Rata-rata tiap keranjang berisi 50 kg ikan. Kapal berangkat dari dermaga Pulau Gili Ketapang menuju dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan di Kota Probolinggo.
“Saat proses perjalanan, pemilik kapal, Pak Ahmad, sudah merasakan ada yang aneh. Kapal tak seperti biasanya. Sehingga Pak Ahmad ini memutuskan putar balik,” ujar AKP Slamet.
Saat itu, menurutnya, muatan kapal tidak sebanding dengan kapasitas kapal yang berukuran sedang. Sehingga kapal hampir tenggelam. Ditambah lagi, kondisi cuaca yang ekstrem membuat hantaman ombak masuk kedalam kapal.
“Situasi tersebut membuat pemilik kapal memutuskan untuk putar arah dan kembali,” tambahnya.
Sekitar 1,5 mil dari dermaga Gili Ketapang, kapal sudah berada dalam posisi hampir tenggelam. Bahkan, dari 100 keranjang yang diangkut, hanya tersisa 40 keranjang. Sisanya, ditaksir sebanyak 5 ton ikan kembali ke laut.
“Mengetahui ada kapal yang hampir tenggelam di utara dekat dermaga Pulau Gili, akhirnya petugas meluncur ke lokasi dan memberikan pertolongan. Selanjutnya kapal ditarik ke tepi dermaga Gili. Beruntung tak ada korban jiwa,” lanjut AKP Slamet.
Atas perisitwa itu, AKP Slamet mengimbau nelayan untuk memperhatikan faktor cuaca saat hendak berlayar. “Ini untuk mencegah adanya kecelakaan. Sehingga kapal dan awak kapal bisa selamat berlayar,” imbaunya.
