![]() |
| PANEN: Irfa’u Asro memanen telur di kandang ayamnya di Dusun Sambisirah, Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. |
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Fery mengatakan, sebagaimana instruksi presiden, Bupati Pasuruan telah merapatkan tim pengendali inflasi daerah untuk mengantisipasi inflasi. Khususnya pascakenaikan harga BBM subsidi.
“Pemda akan melaksanakan operasi pasar dan berupaya intervensi, selain menggelontor dana buat golongan masyarakat tertentu dalam menaikkan daya beli juga proses subsidi,” ujarnya.
Diano mengaku juga aktif meningkatkan kerja sama antardaerah. Saling barter barang atau jasa tanpa perantaraan uang bila ada komoditas yang surplus atau jumlah penerimaan lebih besar dari pengeluaran. Demikian juga sebaliknya.
Faktor lainnya adalah lantaran hukum ekonomi. Yakni, keseimbangan antara permintaan dan stok barang. “Kami tetap pantau ketersediaan barang dan memastikan harga terjangkau,” ujarnya.
Di sisi lain, tingginya harga telur disambut gembira oleh peternak ayam petelur. Seperti yang disampaikan peternak asal Dusun Sambisirah, Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Irfa’u Asro.
“Seperti biasa, dalam perjalanan usaha pasti ada lika-likunya. Tahu lalu sempat terlintas dalam pikiran menyerah adalah jalan satu-satunya. Sebab, harga telur cuma Rp 17 ribu per kilogram. Namun, saat ini cukup menjangkau biaya kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, harga telur naik karena harga pakan ternak juga naik. Hal ini juga didongkrak oleh kenaikan harga BBM. “Populasi ayam petelur saat ini sudah mengurangi. Tinggal 50-60 persen dari populasi ayam petelur di Jawa Timur. Maka harga telur naik drastis karena stok telur menipis,” ujarnya.
