-->

Notification

×

Iklan

Iklan

9 Hari Hilang di Bukit Krapyak Pacet, Mahasiswa asal Rembang Pasurua Belum Ditemukan

Selasa, 20 September 2022 | 9/20/2022 WIB Last Updated 2022-09-21T03:55:36Z
PENYISIRAN: Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian di kawasan hutan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kemarin.


KABARREDAKSI - Sudah sembilan hari upaya pencarian Raffi Dimas Baddar, 20 dilakukan. Namun, mahasiswa asal Rembang, Kabupaten Pasuruan yang hilang di wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu belum ditemukan. Operasi pencariannya pun dihentikan.

Selama sembilan hari, pencarian Tim SAR gabungan tidak menemukan pertanda keberadaan korban. Posko pencarian pun dibubarkan dan pencarian dilanjutkan secara mandiri.

”Sampai hari (Senin/ 19/9) ini masih nihil. Dan pencarian (Operasi SAR) kami putuskan resmi dihentikan hari ini (kemarin),” terang Komandan Tim Basarnas Surabaya Octavino.

Seluruh personel Tim SAR gabungan pun langsung ditarik turun usai beberapa hari disiagakan di sejumlah titik. Hal tersebut seiring ditutupnya posko pencarian di kawasan Air Terjun Grenjengan.

”Personel sudah ditarik turun sekitar pukul 16.30. Posko sudah kami tutup dan bongkar. Kalau ada tanda-tanda bisa dibuka kembali. Jadi setelah ini bisa dilakukan pencarian secara mandiri,” ungkap Vino, sapaan akrabnya.

Hanya saja, pencarian mandiri mahasiswa semester III Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya tersebut dilakukan dengan jumlah personel yang lebih terbatas. Tepatnya pencarian dilakukan oleh pihak keluarga hingga warga sekitar maupun pengelola wisata yang kerap lalu lalang di lokasi.

”Pihak keluarga korban menerima dan kemungkinan akan ikut mencari secara mandiri nanti. Tidak ada permintaan untuk ditambah waktu pencarian. Kalaupun ada, tetap tidak bisa karena sudah SOP-nya. Apalagi tidak ditemukan tanda-tanda terakhir posisi korban di mana,” bebernya.

Pencarian hari kesembilan pemuda asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, itu, lanjut Vino, juga dilakukan penyisiran dari sejumlah jalur. Baik dari Pusung Malang, Pusung Bogor, hingga jalur Gunung Welirang yang berpusat di Putuk Puyang.

”Dari Gunung Welirang juga sempat disisir, tapi melihat jalurnya, tidak mungkin. Soalnya rumput-rumputnya masih tinggi, belum dilewati orang,” terangnya.

Pencarian itu melibatkan sekitar 70 personel gabungan dan dibagi menjadi tiga search and rescue unit (SRU). Pencarian hari terakhir cenderung difokuskan di sekitar Goa Cina. Sebab, berdasarkan hasil asesmen Tim SAR, sim card provider yang digunakan Dimas mendapat sinyal di titik tersebut.

Hal itu dilakukan menyusul petunjuk dari teman korban yang sempat mengirim pesan melalui whatsapp pada Dimas. Jika terdapat notifikasi diterima namun tidak direspons oleh korban sejak dinyatakan hilang Minggu (11/9).

”Kami sudah coba beberapa sim card untuk mencari titik-titik yang ada sinyal karena ini berkaitan dengan teman korban yang sempat mengirim pesan dan terkirim. Dan lokasi yang paling kuat sinyal di kawasan Goa Cina sehingga pencarian terakhir difokuskan di sana,” tandas Vino.
×
Berita Terbaru Update